Pages

Rabu, 14 Maret 2012

Dua Sisi Susi: Kumpulan Kisah Fiksi Bertegangan Tinggi




Judul: Dua Sisi Susi (The Black and White Stories of Susianne van der Kraaft’s Diary)
Penulis: Donatus A, Nugroho, dkk.
Penyunting: Reni Erina, mayokO aikO, Putra Gara, Donatus A. Nugroho
Penerbit: Universal Nikko
Terbit: Cetakan I, Juli 2011
Tebal: 314 halaman
ISBN: 978-602-95476-6-5
Buku Paling Mematikan!!!

Kalimat yang tercetak di kaver buku berwarna hitam yang didominasi putih dan merah ini sejenak membuat saya terhenyak. Ah, masa iya? Saya nyaris tak percaya kala itu.
Tapi ternyata … Tidaaak! Saya harus menelan pahit kenyataan bahwa memang benar adanya. Kavernya saja sudah begitu menakutkan, apalagi … isinya! Enggg, awalnya sih biasa aja. Cerpen pertama yang berjudul Dongeng Putih itu sama sekali nggak berpengaruh buat saya, cuma kadang kalo pas lagi di kamar mandi trus inget cerpen itu jadi rada ngeri sendiri (eh, itu sih namanya berpengaruh yaa? Heuuu … #PLAK ).
Buku ini terdiri dari 21 cerpen yang ditulis oleh para penulis Indonesia berbakat yang disaring dari sebuah kompetisi dan 3 cerpen dari penulis tamu, yakni Donatus A. Nugroho, Erry Sofid, dan Fahri Asiza. 34 kisah nyata behind the script para peserta yang karyanya tidak lolos dalam kompetisi tersebut pun turut serta mewarnai isi buku ini. Well, sangat komplit!
Dari 24 cerpen yang disuguhkan, yang paling saya sukai adalah Lebah Hitam dari Fukushima karya Erry Sofid. Karakter tokoh Susi di cerita ini bener-bener berbeda dari yang lain. Bisa dibayangkan seandainya kamulah korban Susi di cerpen ini. Setelah membunuhmu dengan sadis, mata bornya yang mendesing akan menembus tengkorak kepalamu. Dan dari lubang yang terbentuk itulah dia akan … menghisap otakmu layaknya jus alpukat!
Buku ini bukan kumpulan cerpen biasa. Di dalamnya terdapat cerpen-cerpen kental dengan nuansa mistis dan horor yang setiap saat akan membuat kamu terngiang-ngiang alih-alih menegangkan. Pisau, pembunuhan, dan … darah! Meski aroma kematian tersebar di hampir setiap cerita, tak lantas membuatnya terkesan monoton. Setiap cerita memiliki ciri khas tersendiri yang dikemas secara menarik. Terutama kutipan-kutipan yang disajikan di awal setiap cerita, membuat saya ingin cepat-cepat membacanya dan mengetahui apa yang terjadi di balik dunia hitam-putih Susi, dua sisi kehidupan yang sama-sama menegangkan.
            “Adrian suka suara itu. Suara ketika kepala Susi menggelinding bersama cipratan darah. Jauh lebih indah dari gesekan biola di sore hari.” ─Di Atas Piring Putih, Alvi Syahrin─
            “Susi menyaksikan semua itu dalam ketakutan. Jatuh terduduk di samping Daniel. Hantu Susianne van der Kraaft menelengkan kepala ke arahnya. Tenang dan cantik.”  ─Putih Nada Cinta, Putu Felisia─
            “Saat halaman Hitam habis maka nyawa pemiliknya juga akan habis. Hitam akan menghisap roh-roh pemiliknya untuk dikunci dan menjadi Hitam yang baru. Berbeda denganku, saat halamanku habis, maka aku dengan otomatis baru kembali. Hitam mencari korban dulu untuk memperbarui dirinya.” ─Buku Harian Putih, El Eyra─
Asliii, saya selalu berwudlu setiap akan tidur malam karena takut bermimpi buruk setiap kali membaca cerpen-cerpen tersebut. Nggak lebay sebenarnya, karena Dua Sisi Susi adalah buku misteri dan horor pertama yang saya baca. Aslinya saya adalah seorang yang sangat penakut. Yah, karena penasaran, jadilah saya mengikuti kuis di Twitter Kepsek CENDOL, @mayokoaiko, untuk mendapatkan buku ini. Dan alhamdulillah, sesuatu banget mendapatkan buku ini secara gratis, hehehe. Makasih, Pak Kepsek!
Oh iya, di samping kelebihannya, buku ini juga memiliki kekurangan. Kalo dari segi fisiknya, halamannya agak mudah lepas dan ada beberapa yang kosong, sehingga ada beberapa cerpen yang saya nggak tahu ending atau awalnya bagaimana. Tapi meskipun begitu, buku ini sangat sayang untuk dilewatkan. Yang ngaku suka misteri dan horor, yooo baca buku ini! Dijamin … maknyos (?) kkk~