Pages

Senin, 01 April 2019

Apakah Kamu Pernah Jatuh Cinta?

Mungkin kamu mengenal seseorang, yang membuatmu penasaran dan tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Apakah kamu pernah jatuh cinta?"

Pertanyaan itu terlontar begitu saja, setelah sekian lama kamu mengamatinya. Dia yang selalu sibuk dengan rencana-rencananya dan tak pernah terlihat risau dengan masalah cinta. Atau pasangan. Atau apa pun yang menurut pandangan kebayakan orang merupakan indikator manusia normal. 

Memiliki banyak teman laki-laki, tapi tak satu pun dekat dengannya sebagaimana ia berteman dengan perempuan. Dalam pandanganmu, baik dirinya maupun hidupnya, terlihat sangat datar. Flat, hanya karena dia tidak pernah terlihat dekat dengan laki-laki mana pun. 

Kamu tidak pernah mendengarnya berbicara perihal laki-laki yang disukainya, atau laki-laki yang menjadi idola semua perempuan di lingkarannya. Tidak pernah menangkap basah dirinya sedang diam-diam memandangi seseorang, atau bahkan tidak juga berupaya mencuri perhatian laki-laki mana pun.

Dia begitu tak terdeteksi, untuk satu hal itu. 

Kamu pun bertanya-tanya, "Orang sepertinya, apakah bahkan pernah jatuh cinta?"

Bila aku seseorang yang kamu kenal itu, mari kuberitahu jawabannya. Kujelaskan duduk perkaranya. Bahwa, tidak ada manusia yang tidak pernah jatuh cinta. Ia adalah fitrah yang melekat pada setiap makhluk yang hidup. Ia akan terus ada bahkan ketika jasad tak lagi terbentuk. Adalah pilihan tentang bagaimana cara terbaik untuk meresponnya. 

Sebagian tidak bisa menahan untuk tidak bertanya, hei, apakah dia juga merasa sama? Apakah dia bisa memahami isyaratku? Apakah aku bahkan sudah cukup terlihat di matanya? Demi mengetahui misteri itu, banyak yang kemudian memilih untuk bertindak konyol, melakukan sesuatu yang bukan dirinya. Menyalahi fitrahnya yang suci sebagai manusia. 

Sebagian lagi memilih senyap. Berusaha tetap hening, meski perasaannya riuh bergemuruh. Berusaha tetap berpijak, meski lututnya lemas saat tak sengaja berpapasan. Berusaha tak terlihat bahagia berlebihan ketika orang-orang membicarakan kebaikannya. Berusaha tetap rasional bahwa siapa pun yang disukainya saat itu belum tentu jodohnya, meski semesta seolah berkonspirasi untuk selalu mempertemukannya, menciptakan kebetulan-kebetulan yang menyisakan tanya. Kalaupun harus diungkapkan, itu pasti kepada Rabb-Nya, juga orang-orang terdekat yang bisa ia percaya.

Hanya dengan cara itu, orang-orang yang jatuh cinta bisa menjadi mulia.

Tidak ada seseorang yang tidak pernah jatuh cinta. Yang ada hanyalah orang-orang yang berusaha jatuh bangun mengendalikan perasaannya. Menyibukkan diri dengan berbagai upaya untuk meraih ridha-Nya. Memegang teguh prinsip bahwa setiap yang menjaga hanya akan dipertemukan dengan yang terjaga. Meyakini bahwa bahkan jika tak di dunia, maka syurgalah tempatnya. 

Hanya dengan memahami itu, orang-orang yang jatuh cinta terjaga kehormatannya. 

"Apakah kamu pernah jatuh cinta?" 

Tidak ada seseorang yang tidak pernah jatuh cinta, ia hanya tidak pernah terlihat sedang jatuh cinta.