![]() |
| I owe the picture here |
Alhamdulillaah, liburan semester
ini akhirnya tiba. Dibanding dua semester sebelumnya, semester tiga memang jauh
lebih terasa perjuangannya. Tugas-tugas makin numpuk dan nggak ada berhenti-berhentinya,
jadwal padat, dan segala macamnya. Tapi alhamdulillah, berkat
pertolongan Allah semuanya bisa dilewati dengan mudah, bisa diatasi satu
persatu, meski untuk beberapa hal ada yang selalu harus dikorbankan.
Iya, terkadang kita dihadapkan
pada pilihan-pilihan sulit; yang seringkali memaksa kita untuk memilih salah
satu di antaranya. Dengan memilih salah satu, berarti ada yang lainnya yang
harus dikorbankan. Mau tidak mau, kita harus benar-benar bijak dalam mengambil
keputusan; mempertimbangkan segala sesuatunya terlebih dahulu. Repot juga kalau
kita memaksa untuk mendapatkan dua-duanya, tapi ujung-ujungnya malah nggak
maksimal.
Meskipun begitu, semester tiga
yang ‘membara’ ini banyak memberikan hal-hal baru bagiku. Mulai dari menjaga kekompakan
dengan teman-teman sekelas, teman-teman serumah yang menularkan semangat
perubahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, juga tugas-tugas dari dosen
yang meskipun menguras energi tetapi tetap memberi manfaat dan pelajaran
tersendiri. Sebut saja tugas akhir pagelaran drama, yang membuat persahabatan
antaranak sekelas menjai semakin erat; tugas Patologi Sosial yang menyeretku
untuk mengunjungi Lembaga Sosial Hafara dan mencari tahu latar belakang anak
jalanan yang ada di sana; tugas observasi kegiatan dakwah di lingkungan sekitar
untuk mata kuliah Sosiologi Dakwah, dan yang terakhir observasi Masjid Pathok
Negara untuk mata kuliah Sejarah Dakwah yang menurutku sangat asyik karena
begitu turun ke lapangan kami justru seperti sedang melakukan wisata sejarah.
Di masa sibuk itu, hanya sedikit
waktu untuk membaca. Waktu senggang lebih banyak diisi untuk mengerjakan tugas,
baik tugas kuliah maupun tugas lainnya. Seringkali waktu untuk membaca hanya
tersisa sesaat sebelum tidur (itu pun kalau tidak dalam kondisi benar-benar
lelah), setelah shubuh, atau waktu-waktu lainnya yang sengaja kupakai karena
terlalu jenuh berpikir tentang tugas dan segala hal yang lain. Pada akhirnya,
untuk menyelesaikan satu buku saja kadang membutuhkan waktu satu bulan. Dan yah,
aku menghabiskan waktu satu bulan untuk membaca novel Bulan Terbelah di
Langit Amerika. Di satu sisi, bersyukur juga sih, di sela-sela kesibukan
itu alhamdulillaah masih bisa meluangkan waktu untuk membaca. Life is
boring without reading. Hehe.
Dan inilah daftar buku-buku yang
kubaca sepanjang tahun 2014, mulai dari Januari sampai Desember:
1. The Hunger Games by Suzanne Collins
2. Rembulan Tenggelam di Wajahmu by Tere Liye
3. 4 Ways to Get A Wife by Hyun Go Wun
4. Last Minutes in Manhattan by Yoana Dianika
5. Roma: Con Amore by Robin Wijaya
6. Swiss: Little Snow in Zurich by Alvi Syahrin
7. 7 Laws of Happiness by Arvan Pradiansyah
8. Astravalor Princess by Putu Felisia
9. 99 Cahaya di Langit Eropa by Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra
10. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin by Tere Liye
11. The Catching Fire (The Hunger Games #2) by Suzanne Collins
12. Got Married by Cho Park Ha
13. Marginalia by Dyah Rinni
14. Sukreni Gadis Bali by A. A. Panji Tisna
15. Udah Putusin Aja! by Felix Y. Siauw
16. Mengejar Angin (The Masterpieces; Antology of Tidar Fiction Festival 2014)
17. Hijabers in Love by Oka Aurora
18. Bulan Terbelah di Langit Amerika by Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra
19. Rantau 1 Muara by A. Fuadi
20. Tomodachi by Winna Efendi
21. Hijab Love Stories by FSLDK Indonesia
1. The Hunger Games by Suzanne Collins
2. Rembulan Tenggelam di Wajahmu by Tere Liye
3. 4 Ways to Get A Wife by Hyun Go Wun
4. Last Minutes in Manhattan by Yoana Dianika
5. Roma: Con Amore by Robin Wijaya
6. Swiss: Little Snow in Zurich by Alvi Syahrin
7. 7 Laws of Happiness by Arvan Pradiansyah
8. Astravalor Princess by Putu Felisia
9. 99 Cahaya di Langit Eropa by Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra
10. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin by Tere Liye
11. The Catching Fire (The Hunger Games #2) by Suzanne Collins
12. Got Married by Cho Park Ha
13. Marginalia by Dyah Rinni
14. Sukreni Gadis Bali by A. A. Panji Tisna
15. Udah Putusin Aja! by Felix Y. Siauw
16. Mengejar Angin (The Masterpieces; Antology of Tidar Fiction Festival 2014)
17. Hijabers in Love by Oka Aurora
18. Bulan Terbelah di Langit Amerika by Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra
19. Rantau 1 Muara by A. Fuadi
20. Tomodachi by Winna Efendi
21. Hijab Love Stories by FSLDK Indonesia
Selain buku-buku di atas, masih
ada buku-buku lain, hanya saja aku merasa tidak bisa mencantumkannya dalam list
karena tidak membacanya sampai selesai. Misalnya saja Sepotong Hati yang
Baru dan Berjuta Rasanya dari Tere Liye, Rintihan dari Lembah
Lebanon-nya Taufiqurrahman Al Azizy, Melukis Pelangi (atau Sejuta
Pelangi ya? Lupa, hehe) dari Oki Setiana Dewi, buku-buku kuliah yang hanya
dibaca di bab-bab tertentu, dan lain-lain.
Sebagian besar memang fiksi,
berupa novel, hehe. Sedangkan fiksi yang bukan novel hanya ada Mengejar
Angin, antologi yang memuat cerpenku dan teman-teman yang masuk dalam 20 besar
Lomba Cerpen Tidar Fiction Festival (Tiffest), Universitas Negeri Tidar
Magelang. Dari sekian banyak fiksi, ada juga beberapa yang nonfiksi, di
antaranya Udah Putusin Aja!-nya Felix Y. Siauw, 7 Laws of Happiness
dari Arvan Pradiansyah (baca buku ini untuk bahan revisi tugas, recommended),
dan Hijab Love Stories dari FSLDK Indonesia. Ketiga buku nonfiksi ini wajib
banget buat dibaca, keren asli, hehe). Karena tahun 2014 berhasil menyelesaikan
21 buku, tahun ini aku berharap lebih. Selain itu, semoga bisa banyak menulis
juga. Aamiin. :^)
Oke, balik lagi ke awal, soal
liburan tadi. Jauh-jauh hari sebelum liburan tiba, aku sudah menyiapkan
rencana. Pengalaman dari liburan semester-semester sebelumnya, aku justru lebih
banyak di rumah. Melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah, mengobrol dengan orangtua
dan keluarga, dan selebihnya adalah membaca. Kalau bosan, aku menyelinginya
dengan menonton film, internetan, dan lain-lain. Sesekali silaturrahim, atau ke
pantai bersama keluarga (hal yang wajib setiap liburan).
Yah, jangankan orang lain, Ibu
saja sampai heran melihat aku betah berlama-lama tidak keluar rumah, hehe. Bukan
apa-apa, sejak SMA pun sudah seperti itu keadaannya. Justru semenjak kuliah
ini, intensitas pertemuan dengan teman berkurang drastis. Masing-masing
memiliki kesibukan sendiri. Sebenarnya ingin mengajar juga sih, cuman nggak
tahu juga di mana. Tadinya mau pura-pura ikut ke sekolah tempat Bapak mengajar,
tapi baru ingat kalau beliau sudah pensiun. Dan terakhir mendapat tawaran yang
sebenarnya adalah sebuah tantangan, tetapi masih ragu juga antara iya dan
tidak.
Nah, belajar dari pengalaman itu,
aku pun menabung demi mengejar diskon besar-besaran dan pameran buku yang biasanya
ada setiap akhir tahun. Buku-buku yang kubeli tersebutlah yang akhirnya menjadi
bekalku selama liburan. Selain itu, aku juga ‘menjarah’ buku-buku milik
temanku, hehe. Ah, semoga kebaikan hati kalian dihitung pahala di sisi-Nya,
aamiin. Jadilah aku pulang dengan membawa 6 buku yang dua di antaranya adalah
milikku, yaitu: Heartsease by Ghyna Amanda Putri (dipinjamkan Dandy), Jomblo
Sebelum Nikah-nya Ahmad Rifai Rif’an pinjaman dari Hana, Melbourne:
Rewind by Winna Efendi dari Fauzi, Salon Kepribadian Muslimah dari
Asma Nadia yang dipinjamkan Tuti, dan milikku: Api Tauhid karya
Habiburrahman El Shirazy dan Beyond the Inspiration tulisan Ustadz Felix
Y. Siauw. Seminggu di rumah, alhamdulillaah sudah tiga buku
terselesaikan.
Dari membaca, banyak sekali
hal-hal yang sebelumnya tidak kuketahui aku jadi tahu. Membaca juga membuatku
lebih kuat. Disadari atau tidak disadari, aku banyak belajar dari tokoh-tokoh
dalam novel tentang bagaimana menghargai hidup, kerasnya hidup, dan bertahan
serta pelan-pelan menyelesaikannya. Buku-buku nonfiksi lebih banyak memotivasi,
memberikan arahan, dan seringkali ‘menampar’
ketika tahu bahwa apa yang selama ini aku lakukan ternyata salah.
Well, jadilah aku bertekad
untuk mengisi liburan ini dengan book marathon, atau anggap saja begitu.
Untuk ke depannya, aku ingin lebih banyak membaca nonfiksi, terutama buku-buku
motivasi, pengetahuan, dan tentu saja buku-buku agama. Aku juga berharap bisa
konsisten menulis, paling tidak dimulai dengan menulis review dari
buku-buku yang kubaca atau apa pun yang ingin kubagi di blog. Ah, semoga Allah
memudahkan semuanya. Aamiin.








