Hari pertamaaa, masya Allah ndredeg dirikuuu~ bolak-balik baca materi, berusaha inget-inget lagi apa yang disampaikan kakaWI di acara Api Unggun dan Bincang Tantangan. Alhamdulillah, hari ini aku mendapatkan banyak sekali temuan untuk berlatih tantangan Komunikasi Produktif (selanjutnya kusingkat komprod ya). Tapi kuceritakan dua hal saja ya, kalo semua kebanyakan. 😂
Pertama, aku tuh tipikal yang suka kepikiran kalo ada sesuatu yang harus dikerjain tapi belum beres, walau kadang suka menunda juga. Ujung-ujungnya jadi kagak konsen ngerjain sesuatu yang sedang di depan mata. Maka dari pagi udah siapin mental bangettt, berusaha berkomunikasi ke diri sendiri, "Gapapa kalo belum bisa kerjain tugas sekarang. Gapapa, kok, kalo malem baru setor tugas. Gapapa kalo yang lain pada gercep. It's okay, waktunya masih panjang, asal jangan sampe ga setor ya. Yuk, fokus!"
Intinya harus berdamai dulu dengan diri sendiri kalo pada akhirnya ada hal-hal yang ga bisa dikerjakan secara sempurna. Yang jauh lebih penting proses belajar dan tekad menyelesaikan sampai akhir, kan? Alhamdulillah, komprod dengan diri sendiri perihal ini bisa dilakukan dengan baik walau ketika liat timeline dan WAG masih ada bisikan-bisikan kecil di hati macam, "Ih, kok orang-orang pada gercep yak?"
Haha, masih butuh latihan terus keknya, gaisss.
Buatku komprod dengan diri sendiri perihal di atas itu penting banget. Bukan untuk menurunkan kualitas, tapi lebih ke berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dengan keadaan, bahwa ada hal-hal yang sudah menjadi rutinitas dan ga bisa digeser waktunya. Di luar diri sendiri, juga karena playground tantanganku yang lain baru bisa kudatangi siang hari.
Nah, yang kedua... Kudatangi playground tantanganku. Pas sampe gerbang, para krucil kesayangan dah pada laporan aja, "Ustadzah, ini loh blabla ..." Dan segala macemnya. Cekgu berusaha menahan napas, berusaha tidak menerima mentah-mentah info sebelum clear and clarify. Pas diklarifikasi ke anaknya, ini sih langsung bisa beres, entah apa bawaannya jadi woles aja gitu ngadepinnya. Ah ya, mungkin karena ingat lagi latihan komprod. Dan sukses dong. Eh tapi ini mah ga seru kalo ga ada yang menahan emosinya gitu yak, jadi ga kuanggap sebagai tantangan deh. 😂✌
Maka inilah bagian itu... Dia datang dengan cerianya, sambil mengulum permen, padahal kelas udah mulai. Aku yang lagi riweh karena baru keinget speaker murottal ketinggalan jadi sedikit kebawa emosi yang kututupi sebaik mungkin, "Ayo, permennya dihabiskan."
Laaah, dianya senyum-senyum. Oke, tahan napas, ish bawaannya udah mau nyuruh keluar ajaaa, sampai akhirnya teori komprod tetiba muncul di kepala, "Permennya mau dihabiskan sekarang atau dibuang?"
"Eh ga boleh buang makanan, Ustadzah. Kan mubazir," anak lainnya mengingatkan.
Oh iya. Duh. Maafkan ya. Salah deh ngasih opsinya. 😂 Yaudah kembali ke awal, tapi lebih bijak kalimatnya, "Ustadzah mau kamu habisin permenmu sekarang. Dikunyah." Sedetik kemudian terdengar suara permen beradu dengan gigi geraham dari mulut anak itu. Apakah setelah itu kemudian dunia aman damai sejahtera?
Oh tidak, dengan cerianya ia kembali menunjukkan bahwa ia tidak kooperatir walau kelas akan dimula. Aku teringat aku harus "menyetel" anak ini sejak awal supaya dia bisa fokus murojaah dan mengeluarkan suara. Let's keep it short and simple, "Mau main di luar atau murojaah?"
"Murojaah." Tapi sambil nyengir.
Kuulang pertanyaan yang sama, tapi responnya juga masih sama. Kutatap matanya tak berkedip. Memberitahunya bahwa aku serius. Da masih nyengir juga, walau jawabannya tak berubah. Hampir-hampir intonaai meninggi, dada ini sudah bergejolak karena emosi mulai membuatnya sempit, tapi tahannn... lagi latihan komprod, wkwk. Sampai entah pertanyaan ke berapa baru kudapati janji bahwa kali ini ia akan sungguh-sungguh. Dan yeaayyy, dia beneran konitmen dong sampai akhir. Masya Allah, suaranya kenceng, murojaahnya serius. Manteplaaa wkwk.
Puasss? Belooom, aku menetapkan standar 5 ⭐ hanya kalau semua sudah tidak ada drama tahan emosi yang bergejolak dan bisa melakukan dengan bahagia. So, dapat 3 bintang udah lumayan banget ya, diriku.
Tantangan komprod untuk besok mungkin masih sama dengan hari iniii, komprod dengan diri sendiri dan anak-anak, mungkin pada anak yang sama, supaya apa yang tadi dilakukannya jadi habit. Atau ke anak yang lainnya, kalo ada sesuatu yang perlu di-komprod-kan. 😂
Sampai jumpa tantangan esok hari, sobatualang~ ^^

semangat mbaaaaak hehehe
BalasHapus