Lubang
Oleh: Evnaya Sofia
Lubang itu… Ah, lubang itu membuatnya terjatuh berulang kali.
Ingin sekali ia menutup lubang itu dan berjalan tanpa harus terperosok ke
dalamnya. Namun, setiap kali ia berusaha berjalan menghindarinya ia justru
semakin sering terjebak di sana, dan pada akhirnya merasakan sakit luar biasa.
Ia telah mencoba cara lain, mencari
jalan yang bisa ditempuhnya dengan mulus. Tapi mengapa seolah semua usahanya
sia-sia? Ia tak menemukan jalan lain selain jalan yang biasa ditempuhnya.
Begitu sempitkah dunia ini hanya untuk menemukan jalan setapak yang bisa
dilaluinya tanpa harus merasakan sakit?
Ia berusaha tetap tabah, berharap
lubang itu akan tertutup dan hilang seiring waktu yang memutar. Tapi apa yang
terjadi? Ia justru mendapati lubang itu semakin besar dan dalam, sementara suara-suara
di kepalanya kini terdengar sangat memekakkan telinga.
Sebuah bayangan tertinggal di
kepalanya.
Membuat lubang perasaannya.
Notes: pernah dimuat di rubrik Fiksimini Majalah Story edisi 48 (tahun 2013 lalu, ditulis dan dikirimnya bulan Februari 2012); yang dimuat di blog ini adalah versi keduanya. :p Bedanya? Cuma di ending kok. Baca di bawah ini ya, tapi... kalo keliatan juga sih tulisannya -,-

wah, keren juga ya endingnya di revisi :-)
BalasHapusiya, sengaja direvisi, dan sepertinya memang leih pas versi keduanya :D
Hapus