Hari ini kita mengalami itu.
Kita hidup di masa dunia bahkan terlalu mudah untuk berada dalam genggaman. Kita hidup di masa ketika menyuarakan kebenaran berbalik menjadi sebuah ancaman. Kita hidup di masa bahwa untuk dapat bertahan hidup, kita seolah harus selalu diam.
Suara kita habis ditelan uang dan barang-barang. Dan kita
yang selalu enggan mencari tahu, berpura-pura tak tahu, berpikir bahwa akan ada
orang-orang yang bersedia berjuang dengan sukarela tanpa perlu kita ikut serta.
Kita adalah penggemar film sejati yang hanya mau duduk di kursi paling atas,
menunggu bagaimana semuanya berjalan, lantas menyuarakan tepuk tangan paling keras. Kita hari
ini, seperti itu; menjadi orang-orang takut itu.
Sampai kemudian aku melihat orang-orang takut lainnya, di
suatu hari ketika makna takut menjelma dalam bentuk paling hakiki.
Aku melihat mereka turun ke jalan dan dengan lantang
menyerukan pembelaan. Mereka yang takut, tapi tak pantang pada ancaman dan
keterasingan. Mereka yang takut, namun cukup berani untuk kehilangan segalanya.
Pada akhirnya kita tahu, bahwa ketakutan yang demikian justru
akan melahirkan keberanian pada saat yang sama. Ketakutan yang demikian justru membuat
mereka semakin mengerti bahwa ada hal-hal di dunia ini yang bahkan bisa tak
berarti apa-apa. Akan membuat terus hidup, ketakutan yang demikian itu.
Orang-orang takut.
Kita yang takut kehilangan segalanya, mereka yang takut
kehilangan Rabb-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komen, yuuuk ;))