Pages

Senin, 24 Juli 2017

Dari Kopdar #1 TO Akhwat Yogyakarta: Ukhuwah dan Obat Hati yang Ketiga

Ingat obat hati yang ketiga?

Kalau familier dengan lagunya Opick yang berjudul Tombo Ati, otomatis akan tertuju ke lirik yang bunyinya: “Yang ketiga, berkumpullah dengan orang-orang shalih.”

Oke, lalu?

Yah, kalimat ‘berkumpullah dengan orang-orang shalih’ ini setidaknya akan banyak berkaitan dengan apa yang akan kuceritakan di postingan kali ini. :’)

Ahad, 23 Juli 2017 kemarin adalah waktu yang aku dan akhawaat Tahfidz Online Yogyakarta rencanakan untuk bertemu. Istilah kekiniannya silaturrahim atau kopdar, atau bisa juga meet up, wkwk. Ancang-ancang untuk kopdar sebenarnya sudah dimulai sewaktu Ramadhan, tapi qadarullah baru bisa terlaksana kemarin. Apalagi setelah melihat akhwat lain beberapa ada yang sudah kopdar dan terutama acara kopdar akbar TO ikhwan Jabodetabek-Jawa Barat yang maa syaa Allah luar bisa sekali, kami-kami ini jadi pengen juga. :’) Tujuannya selain untuk saling mengenal juga untuk mempererat ukhuwah yang telah kami bangun selama berinteraksi di dunia maya.

Setelah ditarik Ukh Erni masuk ke grup Kopdar TO Yogyakarta, kami pun mulai berkenalan ala kadarnya dan merencanakan segala sesuatunya. Yang paling repot tentu saja Ukh Erni, dia yang mendesain banner dan membawanya ke percetakan. In syaa Allah berpahala ya, Ukh. :)

Membayangkan akan bertemu akhwat seperjuangan nan shalihah ini tentu saja rasanya excited campur deg-degan (?). Sama seperti ketika membaca buku yang kamu suka, lalu kamu akan bertemu penulisnya di suatu forum. Atau ketika kamu terbiasa menonton, mendengar tausiyah dari ustadz/ustadzah melalui video dan rekaman, lalu tiba-tiba kamu akan mendengar beliau berbicara dalam kajian secara live. Kurang lebih seperti itu.

Mungkin karena masih dalam masa liburan mahasiswa, lalu lintas Jogja tidak seramai biasanya. Aku diantar Nikma, saudara seperjuangan selama di Jogja (makasiii, Ukhtii). Kami sempat muter-muter karena jalur menuju Maskam UGM yang biasanya ditutup. Nyasar-nyasar ke Sunmor, kita putar balik lagi ke gerbang utama, dan akhirnya ditunjukin jalannya sama satpam. Alhamdulillah.

Sesuai kesepakatan, kami bertemu di lantai 2 Maskam UGM. Yang pertama kali kutemui adalah Ummi Ifah, yang datang dengan seorang balita lelap dalam gendongannya. Namanya Dek Iyas. Mungkin karena mendengar suara di sekitarnya yang kebetulan di depan Maskam sedang ada acara walimahan, Dek Iyas-nya bangun. Nggak nangis, polooos banget mmukanya, hehehe. Lalu menyusul Mbak Alma yang datang sekeluarga, tapi yang ikutan sama Umminya ke atas cuma Dek Raynan, hehe. Dan terakhir, Ukh Erni~

Ah, alhamdulillaah. Meskipun belum lengkap, setidaknya ada dua cempal dan dua empal. Kita semua tertawa membahas itu.

“Eh empal itu apa sih?”

“Itu loh, emak-emak penghafal Al-Qur’an.”

“Trus cempalnya?”

“Calon emak penghafal Al-Qur’an.”

Kedengarannya biasa saja? Nooo, kamu harus gabung Tahfidz Online dulu supaya bisa merasakan sensasi keunikan dua istilah itu. :)))

Acara lalu dibuka. “Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang ak―”

“Kita kan menghafal~” Eaaaa. Kemudian diganti dengan tasmi’ dari Umminya Iyas.

Di sesi perkanalan, kami memperkenalkan diri masing-masing yang disambung dengan obrolan dan pertanyaan-pertanyaan. Nama, asal daerah, aktivitasnya apa, status, termasuk promosi tepat wisata daerah asal, wkwkwk. Maa syaa Allah, meskipun baru kenal tapi ngobrolnya langsung lancar dan rame banget. Dan jreeeng... ternyata kami santri TO 10 semua. :D

Di waktu sejam yang terasa singkat sekali itu, banyak hal yang kami bicarakan. Mulai dari topik seputar TO seperti setoran di lintasan awal, seru dan deg-degannya Imtihan Akbar, kuis Golden Ticket, aktivitas dan keaktifan di halaqah besar, dan banyak proses jatuh bangun yang lucu-lucu. Nggak ketinggalan juga sharing pengalaman, ngobrolin tentang program tahfizh, waaah pokoknya seru, heheh.

Alhamdulillaah, aku pribadi banyaaak sekali mendapat pelajaran dan manfaat dari pertemuan itu. Begitu pun disampaikan oleh teman yang menemaniku. Saluuut banget sama mereka, terutama para empal yang semangat luar biasa harus bagi waktu antara aktivitas di keluarga dengan menghafal A-Qur’an, ikut kajian, dan lain sebagainya. Para empal juga tidak lupa memberi ‘pegangan’ bagi cempal-cempal di hadapannya yang kayaknya dikit-dikit rada baper, wkwk. Intinya: selagi masih muda, masih sendiri, manfaatkan waktu untuk banyak dekat dengan Al-Qur’an. Dan memang ikut komunitas seperti ini perlu, supaya kita bisa istiqamah walaupun menghafalnya sedikit-sedikit.

Aku pribadi bukan santri yang aktif-aktif banget di grup Halaqah Besar TO, tapi memang terasa bedanya ketika berusaha untuk aktif menyapa di HB dengan tidak sama sekali. Dan didukung dengan pertemuan silaturrahim secara offline tersebut, paling tidak aku merasa telah menemukan orang-orang yang selalu menguatkan dan bisa diajak berjuang. Kumpulan orang-orang shalihah ini yang akan menjadi obat, amunisi bagi diri untuk taat.

Jazaakunnallaahu khayran katsiir wa uhibbukuna fillaah, Yaa Akhawatii~
Semoga Allah selalu istiqamahkan dan luruskan niat kita dalam kebaikan, aamiin.
Sampai jumpa di kopdar selanjutnya~! ^^   



1 komentar:

Komen, yuuuk ;))