Kalau familier dengan lagunya Opick yang berjudul Tombo
Ati, otomatis akan tertuju ke lirik yang bunyinya: “Yang ketiga, berkumpullah
dengan orang-orang shalih.”
Oke, lalu?
Yah, kalimat ‘berkumpullah dengan orang-orang shalih’ ini setidaknya
akan banyak berkaitan dengan apa yang akan kuceritakan di postingan kali
ini. :’)
Ahad, 23 Juli 2017 kemarin adalah waktu yang aku dan akhawaat
Tahfidz Online Yogyakarta rencanakan untuk bertemu. Istilah kekiniannya
silaturrahim atau kopdar, atau bisa juga meet up, wkwk. Ancang-ancang
untuk kopdar sebenarnya sudah dimulai sewaktu Ramadhan, tapi qadarullah
baru bisa terlaksana kemarin. Apalagi setelah melihat akhwat lain beberapa ada
yang sudah kopdar dan terutama acara kopdar akbar TO ikhwan Jabodetabek-Jawa
Barat yang maa syaa Allah luar bisa sekali, kami-kami ini jadi
pengen juga. :’) Tujuannya selain untuk saling mengenal juga untuk mempererat
ukhuwah yang telah kami bangun selama berinteraksi di dunia maya.
Setelah ditarik Ukh Erni masuk ke grup Kopdar TO Yogyakarta,
kami pun mulai berkenalan ala kadarnya dan merencanakan segala sesuatunya. Yang
paling repot tentu saja Ukh Erni, dia yang mendesain banner dan membawanya
ke percetakan. In syaa Allah berpahala ya, Ukh. :)
Membayangkan akan bertemu akhwat seperjuangan nan shalihah
ini tentu saja rasanya excited campur deg-degan (?). Sama seperti ketika
membaca buku yang kamu suka, lalu kamu akan bertemu penulisnya di suatu forum. Atau
ketika kamu terbiasa menonton, mendengar tausiyah dari ustadz/ustadzah melalui
video dan rekaman, lalu tiba-tiba kamu akan mendengar beliau berbicara dalam
kajian secara live. Kurang lebih seperti itu.
Mungkin karena masih dalam masa liburan mahasiswa, lalu
lintas Jogja tidak seramai biasanya. Aku diantar Nikma, saudara seperjuangan
selama di Jogja (makasiii, Ukhtii). Kami sempat muter-muter karena jalur menuju
Maskam UGM yang biasanya ditutup. Nyasar-nyasar ke Sunmor, kita putar balik
lagi ke gerbang utama, dan akhirnya ditunjukin jalannya sama satpam. Alhamdulillah.
Sesuai kesepakatan, kami bertemu di lantai 2 Maskam UGM. Yang
pertama kali kutemui adalah Ummi Ifah, yang datang dengan seorang balita lelap
dalam gendongannya. Namanya Dek Iyas. Mungkin karena mendengar suara di
sekitarnya yang kebetulan di depan Maskam sedang ada acara walimahan, Dek Iyas-nya
bangun. Nggak nangis, polooos banget mmukanya, hehehe. Lalu menyusul Mbak Alma
yang datang sekeluarga, tapi yang ikutan sama Umminya ke atas cuma Dek Raynan,
hehe. Dan terakhir, Ukh Erni~
Ah, alhamdulillaah. Meskipun belum lengkap, setidaknya
ada dua cempal dan dua empal. Kita semua tertawa membahas itu.
“Eh empal itu apa sih?”
“Itu loh, emak-emak penghafal Al-Qur’an.”
“Trus cempalnya?”
“Calon emak penghafal Al-Qur’an.”
Kedengarannya biasa saja? Nooo, kamu harus gabung Tahfidz
Online dulu supaya bisa merasakan sensasi keunikan dua istilah itu. :)))
Acara lalu dibuka. “Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an
yang ak―”
“Kita kan menghafal~” Eaaaa. Kemudian diganti dengan tasmi’
dari Umminya Iyas.
Di sesi perkanalan, kami memperkenalkan diri masing-masing
yang disambung dengan obrolan dan pertanyaan-pertanyaan. Nama, asal daerah,
aktivitasnya apa, status, termasuk promosi tepat wisata daerah asal, wkwkwk. Maa
syaa Allah, meskipun baru kenal tapi ngobrolnya langsung lancar dan rame
banget. Dan jreeeng... ternyata kami santri TO 10 semua. :D
Di waktu sejam yang terasa singkat sekali itu, banyak hal yang
kami bicarakan. Mulai dari topik seputar TO seperti setoran di lintasan awal, seru
dan deg-degannya Imtihan Akbar, kuis Golden Ticket, aktivitas dan keaktifan di
halaqah besar, dan banyak proses jatuh bangun yang lucu-lucu. Nggak ketinggalan
juga sharing pengalaman, ngobrolin tentang program tahfizh, waaah
pokoknya seru, heheh.
Alhamdulillaah, aku pribadi banyaaak sekali mendapat pelajaran dan manfaat
dari pertemuan itu. Begitu pun disampaikan oleh teman yang menemaniku. Saluuut
banget sama mereka, terutama para empal yang semangat luar biasa harus bagi waktu
antara aktivitas di keluarga dengan menghafal A-Qur’an, ikut kajian, dan lain
sebagainya. Para empal juga tidak lupa memberi ‘pegangan’ bagi cempal-cempal di
hadapannya yang kayaknya dikit-dikit rada baper, wkwk. Intinya: selagi masih
muda, masih sendiri, manfaatkan waktu untuk banyak dekat dengan Al-Qur’an. Dan
memang ikut komunitas seperti ini perlu, supaya kita bisa istiqamah walaupun
menghafalnya sedikit-sedikit.
Aku pribadi bukan santri yang aktif-aktif banget di grup Halaqah
Besar TO, tapi memang terasa bedanya ketika berusaha untuk aktif menyapa di HB
dengan tidak sama sekali. Dan didukung dengan pertemuan silaturrahim secara offline
tersebut, paling tidak aku merasa telah menemukan orang-orang yang selalu
menguatkan dan bisa diajak berjuang. Kumpulan orang-orang shalihah ini yang
akan menjadi obat, amunisi bagi diri untuk taat.
Jazaakunnallaahu khayran katsiir wa uhibbukuna fillaah, Yaa Akhawatii~
Semoga Allah selalu istiqamahkan dan luruskan niat kita dalam
kebaikan, aamiin.
Sampai jumpa di kopdar selanjutnya~! ^^

Barakallahu fiik 😊
BalasHapus