وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini". Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (QS. Yusuf: 23)
*
Butuh waktu lama untuk bisa menyelesaikan tugas Qur'an Journaling #5 ini. Selain karena kesoksibukan, aku sendiri juga memang ingin berlama-lama di ayat ini. Menemukan ayat ini ada di list QJ awalnya biasa saja, tapi setelah membaca tafsirnya dan mendengarkan pemaparan Ustadz Nouman Ali Khan mengenai ayat ini, rasanya campur aduk; terharu, seneng banget, tertegun, susah diungkapkan kata-kata deh pokoknya.
Alih-alih menulis di jurnal seperti biasanya, jadi itulah mengapa akhirnya aku menulis hasil refleksi QJ-ku di sini. Aku ingin orang lain bisa lebih leluasa membaca tulisanku, ikut merasakan kebahagiaan dan ketergugahan menemukan pemahaman dan pelajaran dari ayat ini. Tentu akan lebih-lebih lagi jika kamu melakukannya sendiri; mulai dari menghafal, menuliskan, mencari tahu tafsirnya, sampai menadabburinya untuk menemukan pencerahan.
Tema QJ hari kelima ini adalah firmness, belajar mengenai keteguhan hati dari kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam. Surah Yusuf ayat 23 ini bercerita tentang istri Al-Aziz, Zulaikha, yang menggoda Yusuf karena tertarik dengannya. Dari sekian perbedaan pendapat, Buya Hamka dalam tafsirnya sendiri cenderung memilih pendapat bahwa Yusuf saat itu berusia sekitar 18 atau 20 tahun. Ini karena dalam masa itu hormon-hormon mulai tumbuh dan telah menonjolnya sisi kelaki-lakian sehingga bisa saja menimbulkan nafsu bagi perempuan yang melihatnya.
Allah menggunakan kata راود (raawada) yang berasal dari kata رويد, artinya perlahan-lahan. Maksudnya adalah bahwa Zulaikha menarik perhatian Yusuf dan menggodanya secara perlahan-lahan, tidak hanya sekali. Dia terus melakukannya, terus berusaha untuk menaklukkan Yusuf. Kemudian, raawada juga berarti keinginan; Zulaikha ingin Yusuf memiliki keinginan yang sama dengannya, sementara Yusuf sendiri menginginkan dirinya agar tetap terjaga dan terhindar dari perbuatan buruk kepada wanita itu.
Yusuf tinggal di rumah Zulaikha, ia tidak bisa kabur ke mana-mana karena wanita itu memiliki akses ke seluruh ruangan dalam rumahnya sendiri. Zulaikha mengunci seluruh pintu sementara Yusuf terus digodanya. Ketika semua orang membayangkan bisa menjadi Yusuf, akan tetapi dalam posisi itu, kita belajar karakter Yusuf alaihissalam yang sangat mulia, ia mengatakan, "Aku memohon perlindungan kepada Allah." Lihat, betapa saat kebanyakan orang bisa terjebak dalam suasana yang demikian, Yusuf 'alaihissalam justru menyebut nama Rabbnya.
Tak sampai di situ, ia juga mengingatkan Zulaikha bahwa suami wanita itu telah memperlakukannya dengan sangat baik dan bahkan memerintahkan Zulaikha agar memperlakukan Yusuf dengan baik pula dan menganggapnya sebagai anak. Tidak mungkin bagi Yusuf berbuat zina dengan istri seseorang yang telah begitu baik kepadanya. Biar bagaimanapun, prinsip Yusuf 'alaihissalam adalah bila sekali saja ia menempuh jalan yang zalim, maka itu berarti menempuh jalan yang gelap untuk hari-harinya ke depan.
Menemukan pemahaman dari ayat ini seperti menemukan jawaban terhadap permasalahan pemuda-pemudi zaman sekarang ini. Adalah fitrah setiap manusia memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Namun, berapa banyak di antara kita yang pada akhirnya kalah oleh perasaan kita sendiri? Oleh hawa nafsu kita sendiri? Kita memilih makhluk di atas Khaliq, kita memilih memenuhi keinginan kita sendiri dibanding taat kepada Allah.
Saat Allah mengatakan bahwa kisah Nabi Yusuf ini adalah kisah terbaik yang diceritakan Allah kepada Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam Al-Qur'an, Allah sesungguhnya ingin kita banyak belajar darinya. Tentang bagaimana Yusuf 'alaihissalam teguh memegang keimanannya di saat godaan datang bertubi-tubi. Tentang bagaimana ia tegak di atas ujian yang paling melemahkan bagi kaum laki-laki. Tentang bagaimana ketika ia pada akhirnya mengatakan, "Aku berlindung kepada Allah." Maa syaa Allah, menurutku itu keren banget! Allah memberi kita contoh yang keren banget.
Di sisi lain, manusia itu lemah. Maka dari itu, kata Ustadz Nouman Ali Khan, jujurlah pada dirimu sendiri. Di saat godaan begitu berat menghampiri Nabi Yusuf, di situasi yang teramat genting karena Zulaikha tidak mampu lagi menahan syahwatnya, Nabi Yusuf memilih berlari menuju pintu untuk menyelamatkan diri. Apa yang bisa dipelajari dari sini? Bahwa, dalam keadaan seperti ini Nabi Yusuf memilih untuk tidak merespons, memilih untuk tidak bernegosiasi. Ia tidak memberi nasihat, justru dengan cepat mengambil tindakan.
Aku pribadi mendapat pelajaran bahwa bila kita berada dalam situasi yang demikian, hendaknya kita tidak perlu merespons. Tentu tidak setiap kita mengalami hal yang sama persis, tapi barangkali kita pasti pernah mengalami hal-hal seperti: di-chat orang asing untuk sekadar berkenalan, digoda teman, atau aktivitas apa pun yang sejatinya dilarang Allah. Jadi begitulah, jangan merespons. Jangan banyak bernegosiasi, terutama dengan diri dan pikiran-pikiran kita sendiri. Merespons balik, terlalu banyak negosiasi, seringkali akan melemahkan dan membuat kita jadi mundur ke belakang.
Di akhir surah Yusuf Allah menyebutkan bahwa kisah Yusuf ini adalah عبرة لاولى الالبب, pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Maka tidakkah kita berpikir bahwa ayat-ayat di dalam Al-Qur'an sesungguhnya banyak berbicara tentang kita? Tentang masalah-masalah kita? Bahkan Allah juga telah memberikan solusinya sekaligus. Allah sudah mengingatkan kita, kelak kita akan ditanya tentang apa-apa yang sudah Allah peringatkan dalam Al-Qur'an. Siapkah kita?
Aku berharap teman-teman bisa mulai merenungkan surah Yusuf ayat 23 ini dan banyak mengambil pelajaran darinya. Dari beberapa referensi yang kubaca, kutonton, sebenarnya banyak sekali pembelajaran yang kudapat terkait ayat ini. Hanya saja, aku tidak mungkin merangkum semuanya dalam satu tulisan. Doakan aku agar diberikan kemudahan oleh Allah untuk menuliskannya nanti. ^^
Terakhir, aku ingin mengutip perkataan Ustadz Nouman Ali Khan untuk sama-sama kita renungkan:
"This is a timeless problem. And if you're suffering from it, I pray that learning from the story of Yusuf 'alaihissalam makes you really think about what you're doing with your life.You're praying, you're fasting, you're trying to read Qur'an, and there's a girlfriend?That shouldn't be.You really need to think this is not a small sin. This is not something small you're doing.You're playing with your own faith."---Nouman Ali Khan---
Semoga Allah senantiasa menolong hamba-hambanya yang ingin taat kepada-Nya. ^^
*
Referensi:
🍁 Tafsir Al Azhar
🍁 Tafsir Ibnu Katsir
#30DaysQJ, powered by @thequranjournal.id.
MaasyaaAllah 😭 .
BalasHapus