Pages

Sabtu, 20 Juli 2019

Laki-laki Gunung Es

Di antara sekian banyak laki-laki yang kamu kenal, kamu memang akan menemukan laki-laki serupa gunung es. 

Laki-laki yang enggan memulai pembicaraan apa pun kepada perempuan kecuali hal-hal yang menurutnya benar-benar penting. Laki-laki yang sangat irit bicara, seakan kosakatanya menyusut sekian persen bila berhadapan dengan perempuan, tetapi pada saat yang sama bisa begitu banyak bicara pada teman-teman akrabnya. Laki-laki yang ketika kamu mengajaknya bicara, kamu seolah merasa diabaikan hanya karena ia tidak benar-benar menatapmu.

Laki-laki seperti ini, ia tahu bagaimana memetakan antara dirinya dengan dirimu. Ia mengerti bagaimana caranya menjaga kehormatan seorang perempuan sepertimu. Ia memahami bahwa ada hal-hal yang harus ia jaga atas dirinya dan dirimu.

Ia memang sedingin itu, seperti gunung es. Tapi percayalah, semuanya tidak mudah. Ia sungguh sedang berjuang menjalankan perintah Rabb-nya. 

Ia begitu takut kepada-Nya. Ketakutannya itu mengantarkannya kian dekat dengan Rabb-Nya. Kedekatannya itu membuatnya semakin taat. Kamu melihat takwa dari caranya menundukkan pandangan. Kamu melihat takwa dari tutur katanya yang tak berlebihan. Kamu melihat takwa dari semua perilakunya terhadap siapa pun. 

Sebagai perempuan, kamu merasa begitu dimuliakan. Merasa dihormati dengan cara yang paling memanusiakan. Maka demikian pulalah selayaknya kamu memetakan dirimu sendiri sebagai perempuan; dengan menundukkan pandangan, dengan menjaga kehormatan, 

dengan menjadi sebaik-baik perhiasan.

---

Tulisan ini di-request oleh seorang teman. Sudah dituliskan ya, kamu. :')


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen, yuuuk ;))