Pages

Senin, 03 Februari 2014

Hujan Punya Cerita tentang Kita: Aku+Kau+Hujan







Judul: Hujan Punya Cerita tentang Kita
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: Bukune
Terbit: Maret 2012
Tebal: 278 halaman
ISBN: 978-602-220-041-3

Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan, seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan. Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kaususun. Cinta ini sudah berada tepat di tempat yang seharusnya, di ruang hatimu dan hatiku.

Namun, mengapa resah yang justru merajai kita?
Padahal, katanya cinta sanggup menjaga. Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu.

Aku mencintaimu. Selalu.
Dan, mereka tak perlu tahu…
* * *

Kinanthi, Krisan, Rangga, dan Azar dipertemukan dalam kelompok yang sama saat KKN. Tersebutlah Kinanthi—atau Kie—sebagai tokoh utama dalam novel ini. Kie adalah gadis polos yang introvert, tidak banyak bicara, lembut, dan fobia terhadap petir. Sementara Krisan adalah kebalikan dari Kie. Gadis extrovert yang ceria dan fashionable. Di sisi lain, Krisan yang merupakan sahabat masa kecil Rangga diam-diam menyimpan rasa untuk lelaki itu. Namun Rangga tak lebih hanya menganggap Krisan sebagai sahabatnya. Sama seperti Azar, ia justru tertarik pada Kie. Lalu, dimulailah kisah cinta segi empat antara Kie-Krisan-Rangga-Azar.

Momen demi momen mengantarkan kedekatan antara Kie dan Rangga juga Kie dan Azar. Di tengah fobianya terhadap petir timbul kala hujan, dengan amat protektif Rangga menjadi pelindung bagi Kie. Di sisi lain, Azar pun ada untuk Kie ketika gadis itu merasa tak nyaman berada di tengah keramaian Pantai Kuta saat mengikuti mamanya berkunjung ke resort-nya di Bali. Sementara Rangga mulai menyadari bahwa ia menyukai Kie dan mengatakannya pada gadis itu, Azar lebih memilih untuk menyimpannya diam-diam. Di sisi lain, Krisan yang merasa cintanya bertepuk sebelah tangan tak tinggal diam untuk memperjuangkan cintanya pada Rangga.

Pada siapa pun sejatinya cinta Kie berlabuh, ia sungguh tak punya pilihan. Hubungan yang dimiliki mamanya yang seorang single parent dengan lelaki lain membuatnya dan orang yang dicintainya harus mengubur harapan mereka dalam-dalam untuk selalu bersama. Namun jauh di dalam hatinya, baik Kie maupun lelaki itu tak akan pernah bisa melupakan satu sama lain. Mereka terikat pada sebuah rahasia dalam cerita hujan.

Well, jujur, aku tertarik beli novel ini setelah membaca blurb-nya. Dalem banget. Ditambah review orang-orang yang mengatakan novel ini bagus. Meskipun ide ceritanya cenderung biasa, tapi penulis mengemasnya menjadi kisah yang memukau. Alurnya memang mudah ditebak, tapi ada kejutan kecil di ending yang tidak kusangka. Karakter-karakter yang dimiliki setiap tokohnya diceritakan secara detil dan konsisten dari awal hingga akhir cerita. Momen demi momen dikisahkan secara manis dan menyentuh. Ketika memasuki bagian akhir, mau tak mau aku merasa amat tersentuh. Membayangkan menjadi sosok Kie yang rapuh. Membayangkan bahwa kau harus mengubur harapan untuk bersama seseorang yang kaupilih dalam hidupmu. Membayangkan takdir yang tak memihak. Nothing’s special sih sebenarnya, just another sweet love story. ^.^

Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikan 1001 kisah. Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah. Bulir-bulir yang jatuh menapak di atas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan. Sejuk, mirip embun.

Hidup seperti ini. Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan. Seperti kanvas putih yang tersapu warna-warna homogen indah. Dentingan sisa-sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata. Melodi hidup, aku menyebutnya seperti itu.

Saat semua ketenangan bisa kudapatkan tanpa harus memikirkan apa pun.
—Ranggadipta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen, yuuuk ;))