Katamu kamu mencintai dirimu sendiri. Dengan penalaranmu, pikiranmu tentang baik dan buruk, pertimbanganmu mengenai plus dan minus, kamu telah mengusahakan segala yang terbaik untuk dirimu sendiri. Kamu begitu yakin dengan itu.
Katamu kamu mencintai dirimu sendiri. Di antara penat yang membabat, kamu meluangkan waktu untuk hal-hal yang kamu sukai; membaca, piknik seorang diri, atau sekadar duduk memandangi langit ujung dini hari. Kamu menemukan lagi dirimu di keheningan itu.
Katamu kamu mencintai dirimu sendiri. Setelah semua hal yang kamu lakukan, kamu diam-diam membiarkan pikiranmu melukai dirimu sendiri. Kamu menyerahkan dirimu terjebak pada perihal yang tak layak kamu lakukan. Kamu lalai, yang itu kemudian membuat waktu berlari tanpa kamu sadari.
Katamu kamu mencintai dirimu sendiri, nyatanya tak selalu demikian.
Dirimu adalah kamu, bahkan kesatuan itu tak bisa mengupayakan cinta terbaik untuk dirimu sendiri. Kamu tidak bisa mencintai dirimu sendiri dengan sempurna sebagaimana yang kamu harap dan usahakan selama ini. Kamu tetap membutuhkan "kekuatan" lain di atas semua itu.
Maka, ada yang jauh lebih mencintaimu bahkan melebihi dirimu sendiri. Lebih dari yang bisa kamu ketahui, lebih dari yang bisa kamu nalar, lebih dari yang bisa kamu rasakan. Yang mencintaimu paling dahulu, sebelum kamu diciptakan.
Maka, ada yang jauh lebih mencintaimu melebihi dirimu sendiri. Siang malamnya dihabiskan untuk menghidupkan cahaya yang saat ini telah kamu terima. Tetes keringat, darah, harta, bahkan nyawa dikorbankan agar kamu bisa hidup dengan baik. Dia mencintaimu sebelum temu, sebelum tahu siapa kamu.
Karenanya, jangan pernah percaya bila seseorang mengatakan kepadamu, "Aku adalah orang yang paling mencintaimu di dunia ini." Bagaimana mungkin, dia bahkan tak bisa mencintai dirinya sendiri sehebat itu. Ia jelas telah kalah.
Oleh-Nya, kita kemudian diberitahu mengenai rumus baku mencintai:
Allah + Rasul-Nya = ∞ (tak terhingga).
Dengan cara itu, kamu akan bisa mencintai dirimu sendiri lebih baik dari sebelumnya. Hanya bila berlandaskan itu, seseorang baru boleh mencintaimu. Dan hanya bila telah menerapkan itu, kamu baru boleh jatuh cinta kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komen, yuuuk ;))