Untukmu, Tatsuya Fujisawa…
Sosok sempurna dalam dunia khayalku.
Tatsuya Fujisawa,
Oktober lalu aku menemukanmu; dalam lembaran kertas dengan tetesan tinta yang mengukir namamu. Dalam rangkaian cerita yang menuliskan kisah hidupmu. Semakin aku menyelami lembaran-lembaran itu, semakin kau tampak begitu nyata dalam dunia khayalku. Aku tenggelam dalam pahitnya kisah hidup yang dituliskan Mbak Ilana Tan untukmu. Aku bisa merasakan apa yang kaurasakan. Pahit, aku tahu itu. Seandainya bisa, aku ingin mengecap sedikiiit saja rasa pahit itu. Bukankah jika kita membaginya, semua akan terasa lebih mudah?
Kala itu, aku ingin berada di sampingmu. Menjadi seseorang yang kaubutuhkan. Membesarkan jiwamu. Membasuh lukamu. Menutupi lubang dalam hatimu. Aku ingin merengkuhmu dan menaburkan gula pada rasa pahit itu.Tapi, bagaimana mungkin aku melakukan semua itu jika kau hanya ada dalam dunia imajinasi?
Aku kehilangan celah, menemukanmu dalam dunia nyataku…
Tatsuya Fujisawa,
Dunia kita memang berbeda. Begitu pun jalan yang digariskan untuk kita. Tak ada yang serupa. Dan aku pun tahu, kita tak mungkin bertatap muka. Jadi, bolehkah aku marah? Pada takdir yang membawa kau dan aku semakin jauh? Pada dinding tebal tak kasat mata yang memisahkan dunia kita? Yah, mungkin kau tak pernah tahu. Betapa berartinya kau untukku. Bahkan, ketika kau memalingkan hatimu pada Tara, aku sama sekali tak merasa luka. Itu karena aku tahu kau bahagia. Bukankah lebih indah jika melihat orang yang kita cintai bahagia?
Ketika kau merasa langit seolah runtuh mengetahui bahwa kalian tak mungkin bisa bersama, aku pun merasakannya. Dan kau mungkin takkan pernah tahu, betapa aku ingin marah pada malaikat yang memisahkan nyawa dan ragamu. Aku marah, Tatsuya. Tapi, aku sadar. Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku, di sini… meratapi kepergianmu. Mengharap kau kembali hadir dalam lembaran-lembaran itu.
Sekali lagi aku kehilangan celah, merengkuhmu dalam pelukku…
Tak bisakah kita bertemu? Sekaliii saja…
Aku berjanji hanya sekali ini saja.
Tatsuya Fujisawa,
Aku menunggumu, hadir dalam mimpiku.
Dariku,
Orang asing dalam hidupmu.
* * *
Well, sebenarnya surat ini mau aku ikutkan lomba menulis surat untuk salah satu karakter di novel "4 Musim"-nya Mbak Ilana Tan. Berhubung mepet deadline gak jadi kukirim, hehe. First published on Facebook at November 7, 2011.
Sosok sempurna dalam dunia khayalku.
Tatsuya Fujisawa,
Oktober lalu aku menemukanmu; dalam lembaran kertas dengan tetesan tinta yang mengukir namamu. Dalam rangkaian cerita yang menuliskan kisah hidupmu. Semakin aku menyelami lembaran-lembaran itu, semakin kau tampak begitu nyata dalam dunia khayalku. Aku tenggelam dalam pahitnya kisah hidup yang dituliskan Mbak Ilana Tan untukmu. Aku bisa merasakan apa yang kaurasakan. Pahit, aku tahu itu. Seandainya bisa, aku ingin mengecap sedikiiit saja rasa pahit itu. Bukankah jika kita membaginya, semua akan terasa lebih mudah?
Kala itu, aku ingin berada di sampingmu. Menjadi seseorang yang kaubutuhkan. Membesarkan jiwamu. Membasuh lukamu. Menutupi lubang dalam hatimu. Aku ingin merengkuhmu dan menaburkan gula pada rasa pahit itu.Tapi, bagaimana mungkin aku melakukan semua itu jika kau hanya ada dalam dunia imajinasi?
Aku kehilangan celah, menemukanmu dalam dunia nyataku…
Tatsuya Fujisawa,
Dunia kita memang berbeda. Begitu pun jalan yang digariskan untuk kita. Tak ada yang serupa. Dan aku pun tahu, kita tak mungkin bertatap muka. Jadi, bolehkah aku marah? Pada takdir yang membawa kau dan aku semakin jauh? Pada dinding tebal tak kasat mata yang memisahkan dunia kita? Yah, mungkin kau tak pernah tahu. Betapa berartinya kau untukku. Bahkan, ketika kau memalingkan hatimu pada Tara, aku sama sekali tak merasa luka. Itu karena aku tahu kau bahagia. Bukankah lebih indah jika melihat orang yang kita cintai bahagia?
Ketika kau merasa langit seolah runtuh mengetahui bahwa kalian tak mungkin bisa bersama, aku pun merasakannya. Dan kau mungkin takkan pernah tahu, betapa aku ingin marah pada malaikat yang memisahkan nyawa dan ragamu. Aku marah, Tatsuya. Tapi, aku sadar. Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku, di sini… meratapi kepergianmu. Mengharap kau kembali hadir dalam lembaran-lembaran itu.
Sekali lagi aku kehilangan celah, merengkuhmu dalam pelukku…
Tak bisakah kita bertemu? Sekaliii saja…
Aku berjanji hanya sekali ini saja.
Tatsuya Fujisawa,
Aku menunggumu, hadir dalam mimpiku.
Dariku,
Orang asing dalam hidupmu.
* * *
Well, sebenarnya surat ini mau aku ikutkan lomba menulis surat untuk salah satu karakter di novel "4 Musim"-nya Mbak Ilana Tan. Berhubung mepet deadline gak jadi kukirim, hehe. First published on Facebook at November 7, 2011.
i love him too
BalasHapus