Pages

Rabu, 13 Agustus 2014

Shadow Light: Ketika Bayangan dan Cahaya Bertentangan




Judul: Shadow Light
Penulis: Putu Felisia
Penerbit: Gradien Mediatama
Terbit: Cetakan I, 2011
Tebal: 280 halaman
ISBN: 978-602-208-013-8

“Dia Shadow… Dan, aku Light.
Cahaya dan bayangan, selamanya akan bertentangan.”

Seolah ditakdirkan, Lee Shin beserta identitas rahasianya, Detektif Light, selalu berupaya mengalahkan Shadow, pembunuh bayaran yang selalu mengalahkannya. Selama sepuluh tahun, menangkap Shadow telah menjadi obsesi Shin, walau dia harus mempertaruhan semua… pikiran, perasaan, bahkan nyawanya.

Shin hampir putus asa saat dikeluarkan dari tugas lapangan. Namun, takdir menariknya kembali pada Shadow. Bersamaan, muncul seorang gadis bermata sendu dengan aura kematian yang menyengat Shin. Agni, gadis misterius itu, membawanya terlibat dalam kasus pembunuhan. Perlahan, bersama Agni, dia memasuki dunia rumit organisasi Death Hand—Tangan Kematian yan bertanggung jawab atas berbagai pembunuhan yang terjadi di berbagai penjuru dunia.

Review:
Bacaan yang berat! Saya menggumam sendiri begitu mengelus kaver dan membuka-buka halaman novel tersebut. Pastinya membaca novel dengan kategori ‘bacaan berat’ membutuhkan waktu khusus, dengan begitu saya bisa memahami sepenuhnya sisi yang ‘tidak biasa’ dari novel ini tanpa harus membagi pikiran dengan segala hal di luarnya.
Shadow Light adalah ‘bacaan yang berat’; berat di sini maksudnya adalah ketika membacanya dibutuhkan konsentrasi penuh dan ingatan yang kuat tentang hal-hal yang diutarakan penulis mengenai sebuah fakta dan peristiwa yang menjadi dasar konflik-konflik selanjutnya. Saya mendapati diri saya kembali membuka halaman-halaman sebelumnya ketika mulai dibingungkan dengan jalan ceritanya. Selain itu, novel ini juga menampilkan cerita dengan genre tidak biasa, criminal yang dibumbui dengan sedikit unsur romance.
Kematian, kematian, dan kematian… Sisi gelap yang paling mengerikan. Kau bisa bersenang-senang, kau bisa tertawa, menikmati hidup dalam gelimangan harta, tapi tanpa kau sadari kematian membayangimu dari sisi yang tak kau duga. Kau tak bisa mengadakan perlawanan jika kematian telah menghampirimu. Tapi, bagaimana jika kematian disajikan dalam bentuk yang sedemikian indah?
Kau bisa melihatnya pada Joong atau… Shadow, Sang Bayangan. Tampan, pembunuh bayaran yang sanggup membuat Agni melakukan apa pun untuknya, bahkan menyerahkan kehidupannya sekalipun. Dan rival Shadow adalah Light, Cahaya… yang merupakan identitas seorang detektif jenius bernama Lee Shin. Selalu ada kejutan di balik sebuah peristiwa. Hanya saja perseteruan antara Shadow dan Light kurang ditonjolkan. Mungkin akan lebih ‘menggigit’ jika pada akhirnya Shadow, Agni, dan Shin berada pada satu pertempuran. Namun yang saya sukai adalah bumbu romance di dalamnya: ketika kau mencintai musuh kekasihmu. Saya seolah merasakan apa yang dirasakan Shin ketika tahu Agni adalah kekasih Joong.
Next, alurnya tak terasa terlalu lambat maupun cepat. Hanya saja akhir ceritanya sangat menggantung, dan tahu bahwa lanjutannya sedang dikerjakan oleh penulis membuat saya sedikit lega. Dari segi penampilan fisik, menurut saya novel ini hampir sempurna. Ukurannya yang pas di tangan, tidak terlalu besar ataupun kecil, judul di kavernya yang timbul, serta kertasnya yang wangi. Gambar kavernya juga menarik, dua buah pistol dan… katana─pedang panjang Jepang. Kereeen!!
Pada intinya, kalau kamu menyukai novel yang tidak biasa, novel inilah jawabannya. Shadow Light akan membawamu menyingkap sisi gelap dari kehidupan yang kamu tidak ketahui sebelumnya.
“Jika kau pernah menerima hidup dari kematian, maka selamanya, kau akan… menjadi bagian dari kematian...”

*First published on: https://www.facebook.com/notes/evi-sofia-inayati/novel-review-shadow-light-ketika-bayangan-dan-cahaya-bertentangan/10150939336094518

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen, yuuuk ;))